cristoforus riko,S.Pd

Minggu, 07 Agustus 2011

prosedur penelitian


PROSEDUR PENELITIAN

A.      Metode dan Bentuk Penelitian
1.     Metode Penelitian
Dalam rangka memecahkan masalah penelitian sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, diperlukan suatu prosedur yang tepat. Prosedur ini berisikan cara merumuskan masalah dalam mencapai tujuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini harus relevan dengan permasalahan yang hendak diteliti.
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk memecahkan masalah penelitian. Dengan menggunakan metode yang tepat, diharapkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini  benar-benar obyektif, tepat, berdaya guna, dan berhasil guna. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (2001:60) metode adalah : ”Cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan”. Sejalan dengan hal tersebut Winarno Surachmad (1989: 131) mengatakan: “Metode merupakan arah utama yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan”. Selanjutnya menurut Hadari Nawawi (2001: 61) bahwa penggunaan metode yang tepat berarti :
a.     Menghindari pemecahan masalah dengan cara berpikir yang spekulatif  dalam mencari kebenaran ilmu pengetahuan, terutama dalam ilmu sosial yang variabelnya sangat dipengaruhi oleh sikap subjectivitas manusia yang mengungkapnya.
b.    Menghindari pemecahan masalah atau cara berpikir yang bersifat trial and error, yang tidak menguntungkan bagi perkembangan ilmu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern.
c.     Meningkatkan sikap obyektivitas  dalam menggali kebenaran ilmu pengatahuan, yang tidak saja penting, tetapi sangat besar pengaruhnya terhadap kegunaan hasil penelitian di dalam kehidupan manusia.

Sehubungan dengan penetapan metode yang digunakan dalam suatu penelitian, selanjutnya Sumadi Suryabrata, (2003:72) menyatakan bahwa ada sembilan jenis metode penelitian.  Adapun  sembilan jenis metode tersebut adalah :
a.     Metode histories
b.    Metode deskriptif
c.     Metode perkembangan
d.    Metode kasus dan penelitian lapangan
e.     Metode korelasional
f.     Metode kasus komperatif
g.    Metode eksperimental sungguhan
h.    metode eksperimen semu
i.      metode tindakan


Sesuai dengan  masalah dan tujuan dari penelitian ini, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena bertujuan untuk memecahkan masalah dengan menggambarkan keadaan objek/subjek sebagaimana adanya pada saat penelitian dilakukan.
Dalam kaitan ini, John W. Best (1977:116) mengemukakan bahwa : “A descriptive study describes and interprete what is. It is concerned with condition or relationship that exist, opinions are held processes that are developing”. Artinya : "Studi/penelitian deskriptif menguraikan dan menginterpretasikan tentang kondisi atau hubungan tentang sesuatu, yang terjadi saat ini, apa adanya". Selanjutnya Hadari Nawawi (2001:63) mengemukakan : “Metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/ melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lainnya) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya”. Menurut Sumadi Suryabrata (2003:19) bahwa : “Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat perencanaan sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi untuk daerah tertentu”. Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif adalah cara pemecahan masalah dalam penelitian berdasarkan pada kenyataan atau kondisi aktual yang terjadi apa adanya pada saat penelitian dilakukan.
Alasan penggunaan metode deskriptif ini adalah bahwa :
a.         Penelitian ini dilakukan pada saat sekarang sehingga masalahnya bersifat aktual.
b.         Penelitian ini bermaksud memecahkan masalah  dengan menggunakan fakta-fakta sebagaimana adanya objek yang diselidiki.
2.       Bentuk Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam suatu penelitian, menentukan pula bentuk penelitian yang digunakan. Menurut Yousda I.I.A. dan Arifin, Z. (1993:21) pola-pola penelitian yang sering digunakan dalam penelitian deskriptif adalah :
a.       Survey,
b.      Case Study,
c.       Causal Comparative,
d.      Correlational, dan
e.       Developmental.

Pada pemecahan masalah menggunakan metode deskriptif maka bentuk penelitian yang tepat menurut Hadari Nawawi, (2001:64), : ”Bentuk-bentuk pokok metode deskriptif ada tiga, yaitu (1) survei (survey studies), (2) studi hubungan (interrelationship studies), dan (3) studi perkembangan (developmental studies)”.
Berdasarkan  pernyataan tersebut di atas, maka bentuk penelitian yang sesuai dengan penelitian ini adalah bentuk survei (survey studies). Menurut Moh. Mazir (1999:65), yang dimaksud dengan penelitian dalam bentuk survei adalah : “Penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual”, dalam penelitian ini, yaitu dengan cara melakukan pengkajian, penggambaran maupun pengungkapan mengenai analisis tentang Upaya Guru Pendidikan Kewarganegaraan Memelihara Kondisi Belajar Yang Optimal Dalam Proses Pembelajaran di Kelas XI Sekolah Menengah Atas YPK  Pontianak, apa adanya.

B.       Populasi dan Sampel
1.    Populasi
Populasi adalah keseluruhan atau totalitas dari objek penelitian. Laurence L.Lapin (1980:10) mengatakan : “Population is the collections of all observation of a specified charactersitics of interest”. Artinya bahwa populasi merupakan kumulan dari sejumlah pengamatan atas suatu karakteristik yang ditetapkan. Selanjutnya John E. Freud (1981:34) mengatakan : “Population is a set of data consist of all conceivably possible or hypothetically possible observation of certain phenomenom”. Artinya populasi adalah suatu bagian data yang berisi keseluruhan dari sesuatu yang mungkin atau hipotesis dugaan yang mungkin observasi dari suatu fenomena tertentu.  Selanjutnya Zuldafrial (2004: 47) mengatakan bahwa : “Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga.”. Sedangkan menurut Sugiyono (2006: 117) menyebutkan bahwa” populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek, yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Berdasarkan definisi tersebut diatas dapat dikatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan dari obyek/subyek yang dapat dijadikan sebagai sumber data dalam suatu penelitian, dan  mempunyai karakteristik tertentu.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah guru Pendidikan Kewarganegaraan dan siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas YPK Pontianak. Untuk kepentingan penelitian, perlu diketahui jumlah guru Pendidikan Kewarganegaraan  yang mengajar di kelas XI sejumlah 1 orang dan jumlah siswa kelas XI sebanyak  45 orang siswa.
Secara terperinci,  jumlah siswa kelas XI dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut ini :


Tabel 3.1
Distribusi Populasi Siswa Kelas XI Menurut Kelas dan Jenis Kelamin
Sekolah Menengah Atas YPK Pontianak Tahun Ajaran 2009/2010

No
Kelas XI
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah Siswa
1
IPS
18
9
27
2
IPA
9
9
18
Jumlah
27
18
45
         Sumber Data : TU Sekolah Menengah Atas YPK Pontianak Tahun Ajaran 2009/2010

2.    Sampel
Menurut Riyanto, Y. (2001:64), : “Sampel dapat didefinisikan sebagai sembarang himpunan yang merupakan bagian dari suatu populasi”. Searah dengan itu Arikunto, S. (2006:92) mengatakan bahwa : “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti”.
Mengingat jumlah populasi tersebut relatif kecil (dibawah 100 orang siswa), maka seluruh populasi yang tersedia dijadikan sampel. Atau dengan kata lain penelitian ini adalah penelitian populasi. Hal ini berdasarkan pendapat Arikunto, S. (2006:107) yang mengatakan bahwa : “Untuk sekedar ancer-ancer, maka apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subyeknya besar, dapat diambil antara 10-15%, atau 20-25% atau lebih”
C.      Teknik dan Alat Pengumpul Data
1.    Teknik Pengumpul Data
Data yang terkumpul harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dengan cara pemilihan teknik dan alat data yang benar-benar tepat dan sesuai dengan masalah yang diangkat. Untuk membantu mekanisme kerja dalam penelitian ini, maka harus menggunakan teknik dan alat pengumpul data yang tepat, karena sangat berpengaruh pada objektivitas hasil penelitian. Sejalan dengan hal tersebut, Hadari Nawawi, (2001:94) menyatakan ada beberapa teknik pengumpulan data yang dapat dipergunakan  dalam penelitian yaitu :
a.    Teknik observasi langsung
b.    Teknik Observasi tidak langsung
c.    Teknik komunikasi langsung
d.   Teknik komunikasi tidak langsung
e.    Teknik pengukuran
f.     Teknik studi dokumenter

Mengacu pada teknik pengumpul data tersebut di atas, maka dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dianggap cocok oleh peneliti adalah teknik observasi langsung, komunikasi langsung, dan teknik tidak komunikasi langsung Uraian ketiga teknik di atas secara berurutan adalah sebagai berikut :
a.    Teknik observasi langsung
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik observasi langsung untuk memperoleh data yang diperlukan. Margono (2007:158-159) mengemukakan : “Teknik observasi langsung adalah teknik dimana penyelidik melakukan pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadinya atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki”. Jadi observasi langsung adalah suatu cara untuk mengumpulkan data mengenai objek penelitian dengan perantara alat tertentu. Teknik observasi langsung dalam penelitian ini adalah teknik pengumpul data dengan mengadakan pengamatan langsung di kelas saat guru mengajar
b.    Teknik komunikasi langsung
Selain teknik komunikasi tidak langsung, peneliti juga mempergunakan teknik komunikasi langsung. Teknik komunikasi langsung adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan hubungan langsung atau tatap muka langsung dengan responden (sumber data) atau melakukan wawancara langsung dengan responden sebagaimana dikemukakan oleh Hadari Nawawi,  (2001:95) bahwa:
Teknik ini adalah cara mengumpulkan data yang mengharuskan seorang peneliti mengadakan kontak langsung secara lisan atau tatap muka (face to face) dengan sumber data, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi yang sengaja dibuat untuk keperluan tersebut.

Responden yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Kewarganegaraan yang mengajar di kelas XI  Sekolah Menengah Atas YPK Pontianak
c.    Teknik komunikasi tidak langsung
Teknik komunikasi tidak langsung adalah teknik pengumpulan data secara tidak langsung atau melalui angket, sebagaimana dikemukakan oleh Zuldafrial. (2004:31) bahwa :
Teknik komunikasi tidak langsung adalah suatu teknik pengumpulan data, dimana si peneliti tidak berhadapan langsung dengan subjek penelitian untuk mendapatkan data atau informasi yang diperlukan, tetapi dengan menggunakan angket, yaitu sejumlah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh subyek penelitian atau responden.
Jadi teknik komunikasi tidak langsung adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu alat pengumpul data yang telah disusun oleh peneliti, yaitu berupa angket yang disebarkan kepada siswa kelas XI  Sekolah Menengah Atas YPK Pontianak.

2.   Alat Pengumpul Data
a.     Panduan Observasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2009:157) : “Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati. Dalam proses observasi, observator (pengamat) tinggal memberikan tanda atau tally pada kolom tempat peristiwa muncul”.
Panduan observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan daftar ceklist (lembar observasi) sebagai alat pengumpulan data. Lembaran observasi yang dipergunakan tersebut ditujukan kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan yang sedang melakukan proses pembelajaran di kelas.
b.    Panduan Wawancara
Dalam teknik komunikasi langsung ini, penulis menggunakan alat pengumpulan data berupa panduan wawancara terhadap guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI Sekolah Menengah Atas YPK Pontianak, untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Kewarganegaraan memelihara kondisi belajar yang optimal dalam proses pembelajaran di kelas. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan wawancara. Menurut Arikunto, S. (2006:104) bahwa : “Wawancara adalah dialog yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara”. Jadi wawancara adalah teknik pengumpul data yang dilakukan dengan berdialog secara langsung. Dalam penelitian ini dipergunakan wawancara berstruktur dimana pertanyaan wawancara sudah dipersiapkan dalam bentuk pedoman wawancara. Responden yang diwawancarai adalah guru Pendidikan Kewarganegaraan yang mengajar di kelas XI Sekolah Menengah Atas YPK Pontianak
c.     Angket
Menurut Arikunto, S. (2006:107) : “Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dan responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diteliti”. Jadi angket adalah alat pengumpul data berupa sejumlah pertanyan penelitian yang dibuat peneliti secara tertulis dan disebarkan pada responden untuk dijawab secara tertulis pula. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket berstruktur dengan jawaban tertutup, dimana setiap item angket disediakan 3 alternatif jawaban (a, b, dan c). Setiap alternatif jawaban angket diberi bobot nilai. Adapun bobot nilai dari setiap jawaban angket meliputi :
Jawaban dengan kriteria Baik diberi bobot nilai 3
Jawaban dengan kriteria Cukup diberi bobot nilai  2
Jawaban dengan kriteria Kurang diberi bobot nilai  1
Angket disebarkan pada siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas YPK Pontianak yang menjadi responden dalam penelitian ini.

D.    Teknik Analisis Data
Setelah data yang diperlukan baik melalui teknik komunikasi tidak langsung maupun komunikasi langsung dianggap cukup, maka langkah berikutnya adalah mengolah data dengan menggunakan perhitungan statistik tertentu dan dianggap relevan dengan masalah penelitian
Untuk menjawab masalah dalam penelitian ini, maka dalam pengolahan data dipergunakanlah teknik analisis presentase hasil (), mengacu pada pendapat M. Ali  (1998 : 124) dengan formulasi rumus sebagai berikut:
X % =
Keterangan :
X %        =  Presentase yang dicapai
n             =  Hasil Observasi
      N            =  Jumlah Sampel

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host